Minggu, 17 Januari 2021

Muhammad Dandy Rifansyah UMSIDA

 PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERBASIS WEB



 


MODUL 1


HTML (HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE)


    HTML adalah, (HyperText Markup Language) sebuah bahasa standar yang digunakan oleh browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen pada sebuah Web yang kemudian dapat diakses dan dibaca layaknya sebuah artikel. HTML juga dapat digunakan sebagai link-link antara file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang menghubungkan antar situs dalam dunia internet.

Standar minimum elemen HTML adalah:

•    Document Type Declaration (DTD)

•    Head

•    Body






DTD


Sebagai standar versi dokumen W3C yaitu suatu deklarasi yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis dokumen HTML yang digunakan sehingga browser dapat menentukan bagaimana memperlakukan kode tersebut.


Meta Dokumen


Elemen meta sebagai identitas dari halaman web yang biasa terdiri dari owner, keyword, layout,  ataupun inisialisasi proses seperti refresh.



Pada perkembangannya, versi HTML yang mulai dipakai saat ini adalah HTML5 (HTML Versi 5) yang merupakan standar baru pada pemrograman web berbasis HTML. HTML5 menawarkan fitur baru dan kemudahan penggunaan tag-tag html. HTML5 menggantikan versi HTML sebelumnya, HTML 4.01 yang diperkenalkan pada 1999. Sejak saat itu, telah terjadi banyak perubahan pada web. Walaupun HTML5 masih dalam tahap pengembangan, namun browser-browser modern sudah banyak yang mendukung standar HTML baru ini. Untuk tag-tag html versi sebelumnya masih dipakai di modul ini.


Fitur Baru HTML5

HTML5 menawarkan banyak fitur yang menarik. Berikut ini adalah beberapa fitur HTML5 yang cukup menarik.

    * Tag <canvas> untuk menggambar 2D

    * Tag <video> dan <audio> untuk media playback

    * Mendukung penyimpanan lokal

    * Tag khusus, <article>, <footer>, <header>, <nav>, <section>

    * Kontrol baru pada form, seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, dan search


MODUL 2


CSS (CASCADING STYLE SHEET)


Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. 


Sejarah CSS

Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan ayah-anak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.


Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS3 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf font, tampilan pada tabel /table layout dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang ketiga diharapkan lebih baik dari versi pertama dan kedua.


Penulisan

Ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :


1. Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style="..."dalam tag HTML tersebut. Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain. 


2. Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag<style> ... </style> di atas tag <body>. Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan. 


3. External Style Sheet

Menempatkan aturan CSS secara terpisah, style sheet external terhubung dengan dokumen melalui elemen head. File style sheet text disimpan menggunakan ekstensi .css.


Syntax CSS    

Syntax pada CSS terdiri dari tiga bagian, yaitu selector, property dan value. Bagian selector untuk menentukan pada elemen/tag HTML apa style tersebut diterapkan. Selector dapat berupa nama id elemen atau nama class. Property dapat diisi dengan jenis warna, ukuran, perataan margin dll, sedangkan value diisi dengan nilai dari property nya, misalnya red untuk warna dll.  Setiap akhir penulisan property dan value diakhiri dengan tanda titik koma (semicolon). Tanda ini juga digunakan sebagai pemisah antar satu property dengan property lain.






MODUL 3


JAVASCRIPT


Javascipt adalah bahasa script yang ditempel pada kode HTML dan diproses T5disisi klient. Dengan adanya bahasa ini, kemampuan HTML menjadi semakin luas. Contoh: untuk menvalidasi masukan pada formulir sebelum formulir dikirim ke server.

Javascript bukan bahasa java dan meupakan dua bahasa yang berbeda. Javascrip diinterpretasikan oleh klient, sedang java dikompilasi oleh program dan hasil kompilasinya dijalankan oleh clien.


Struktur Javascript



<script language=”javascript”>

< !-- Penulisan Java Script Code //-- >

</script>

Keterangan :

Kode <!--//--> umumnya disertakan dengan tujuan agar sekiranya browser tidak mengenali javascript maka browser akan memperlakukannya sebagai komentar sehingga tidak di tampilkan dijendela browser.


Javascript sebagai bahasa berorientasikan objek


Properti adalah atribut dari sebuah objek.

Contoh: objek mobil mempunyai properti warna mobil.

Penulisan :



nama_objek.nama_properti = nilai

window.defaultstatus = ”selamat belajar javascript”

Metode adalah sekumpulan kode yang digunakn untuk melakukan sesuatu tindakan terhadap objek. Penulisannya :



nama_objek.nama_method(parameter)

document.write(“halo”)

Letak javascript dalam HTML

Skrip javascript dalam dokumen HTML dapat diletakkan pada:

1.    Bagian head

2.    Bagian body


MODUL 4

PHP (PREPROCESOR HYPERTEXT)

PHP (Preprocesor Hypertext) adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja berupa HTML. Untuk membedakan perintah HTML dan PHP digunakan tanda <? … ?> atau<?php … ?>


PHP dapat diaplikasikan dengan berbagai macam database, seperti MySQL, PostgreSQL,, Oracle, dan lainnya.


Variabel 

Untuk membuat variabel diberi tanda dollar ($). Variabel berfungsi untuk menyimpan suatu nilai dan dapat berubah-ubah. Penulisan variable yang benar adalah :


Karakter pertama tidak boleh berupa angka (harus berupa huruf atau garis bawah)

Tidak mengandung spasi

Pemakaian huruf kapital dan huruf kecil dibedakan


Tag dalam PHP


Banyak cara untuk menyisipkan php dalam script html, ada berbagai macam bentuk tag yang dapat digunakan, antara lain :

a.    Cara 1

<?php    Menandai awal tag

..........

?>    Menandai akhir  tag

b.    Cara 2

<?    Menandai awal tag

...........

?>    Menandai akhir  tag

c.    Cara 3

<%    Menandai awal tag

.........

%>    Menandai akhir  tag


Array

Array merupakan suatu variabel yang dapat berisi banyak data dalam waktu yang sama. Pendefinisian Array dapat dibentuk dengan format berikut :



$namaarray = array(elemen_1, ..., elemen_n);

Untuk menghitung jumlah elemen array digunakan fungsi count(), dengan format count($nama_array)


Struktur Kontrol

1. Kondisi (condition)

Bentuk if

Perintah IF ini akan menjalankan statement jika kondisinya bernilai benar (True).

Bentuk if else

Dalam bentuk ini jika ekspresi bernilai benar maka statement_1 akan dijalankan, tetapi jika salah maka statement_2 yang akan dijalankan.

Bentuk if – elseif

Bentuk if-elseif ini cocok untuk melakukan pengambilan keputusan yang melibatkan banyak alternative. PHP dapat mengetahui bentuk elseif dan else if.

Switch

Pada prinsipnya penggunaan switch hampir sama dengan penggunaan kondisi if – elseif. Dalam penggunaan switch juga disertakan perintah break. Tanpa perintah break semua pernyataan akan dijalankan.


2. Perulangan

While

Perulangan menggunakan while mempunyai bentuk yang mudah untuk digunakan. Perintah while akan terus diulang selama kondisi berisi TRUE dan akan berhenti jika kondisi berisi FALSE.

For

Perulangan menggunakan for mempunyai 3 ekspresi

• Expr1 adalah ekspresi untuk memberikan nilai awal yang akan digunakan untuk perulangan.

• Expr2 adalah ekspresi untuk memberikan kondisi dalam perulangan. Jika kondisi tersebut bernilai TRUE maka perulangan akan dilanjutkan. Jika kondisi tersebut bernilai FALSE maka perulangan akan berhenti.

• Expr3 digunakan untuk mengatur nilai variable yang digunakan pada expr1.

do – while

Perulangan menggunakan do – while ini akan berakhir jika ekspresi bernilai FALSE


Modularisasi


Modularisasi dalam pemrograman umum dilakukan dan sangat diperlukan untuk mempermudah debugging dan pengembangan program. Modularisasi berarti melakukan perbuatan program berdasarkan modul-modul. Setiap modul dikembangkan untuk tujuan dan fungsi khusus. Modul dibuat secara general, modul dapat berua fungsi atau procedure.


a. Require

Statement require digunakan untuk membaca nilai variable dan fungsi-fungsi dari sebuah file lain.

Cara penulisan :



require(nama_file.php);

Teknik ini cocok untuk membuat template yang memudahkan proses pengembangan aplikasi dengan menggunakan pola tampilan. Missal dalam membuat design web yang dilakukan dengan kerja tim, pola dan gambar-gambar yang dibutuhkan dapat dibuat dengan teknik ini. Statement require ini tidak dapat dimasukkan dalam suatu struktur looping, misalnya while atau for. Karena hanya memperbolehkan pemanggilan file yang sama tersebut hanya sekali saja.


b. Include

Statement include akan menyertakan isi suatu file tertentu. Include dapat diletakkan di dalam suatu looping misalnya dalam statement for atau while.

Syntax penulisan :


include(nama_file.php);


MODUL 5


KONEKTIVITAS PHP DENGAN MYSQL


Langkah-langkah koneksi PHP-MySQL


1. Membuka koneksi ke server MySQL

mysql_connect()

Digunakan untuk melakukan uji dan koneksi kepada server database MySQL.

Sintaks :



$conn = mysql_connect('host','username','password');


$conn : adalah nama variabel penampung status hasil koneksi kepada database.

host : adalah nama host atau alamat server database MySQL.

username : adalah nama user yang telah diberi hak untuk dapat mengakses server database.

password : adalah kata sandi untuk username untuk dapat masuk ke dalam database.


2. Memilih database yang akan digunakan di server

mysql_select_db()

Digunakan untuk melakukan koneksi kepada database yang dalam server yang berhasil dikoneksi dengan perintah mysql_connect().

Sintaks :



$db = mysql_select_db('namadatabase',$conn);


$db : berisi status koneksi kepada database.

$conn : merupakan koneksi kepada server database yang berhasil.

namadatabase : adalah nama database yang akan dikenai proses.


3. Mengambil sebuah query dari sebuah database.

mysql_query()

Digunakan untuk melakukan eksekusi perintah SQL untuk memanipulasi database yang berhasil dilakukan koneksinya menggunakan mysql_select_db().

Sintaks :



$hasil = mysqli_query('SQL Statement');


$hasil : akan berupa record set apabila SQL Statement berupa perintah select.

Contoh SQL Statement : ”SELECT * FROM MAHASISWA ORDER BY NIM” 


4. Mengambil record dari database

a. mysql_fetch_array()

Digunakan untuk melakukan pemrosesan hasil query yang dilakukan dengan perintah mysql_query(), dan memasukkannya ke dalam array asosiatif, array numeris atau keduanya.

Sintaks :



$row = mysql_fetch_array($hasil);


$row : adalah array satu record dari record $hasil yang diproses nomor record sesuai dengan nomor urut dari proses mysql_fetch_array yang sedang dilakukan.

$hasil : adalah record set yang akan diproses.


b. mysql_fetch_assoc()

Fungsi ini hampir sama dengan fungsi mysql_fetch_array(), hanya saja array yang dihasilkan hanya array asosiatif.

Sintaks :


$row = mysql_fetch_assoc($hasil);


c. mysql_fetch_row()

Fungsi ini hampir sama dengan fungsi mysql_fetch_array(), hanya saja array yang dihasilkan hanya array numeris.

Sintaks :


$row = mysql_fetch_assoc($hasil);


d. mysql_num_rows()

Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record yang ada pada database.

Sintaks :


$row = mysql_num_rows($hasil);


$jml : akan memiliki nilai sesuai dengan jumlah record yang ada.

MODUL 6


DESAIN WEB MOBILE DENGAN JQUERY MOBILE


jQuery Mobile adalah framework berbasis jQuery yang memudahkan kita untuk membuat web app untuk mobile. Selain jQuery mobile sebenarnya banyak framework lain yang dapat digunakan seperti Sencha, jTouch, DHTMLX Touch, Jo dan lainnya. Kelebihan jQuery adalah:

Support banyak platform: Webkit (Android, iOS, Opera, Chrome), Firefox mobile, Windows Phone, Blackberry, Bada, Meego.  

Berbasis JQuery yang populer.

Penggunanya banyak dan forum aktif.

jQuery Mobile menyediakan komponen UI widget seperti button, listview, header dan elemen form dan navigasi. Kode ini dibangun oleh jQuery dan terus dikembangkan oleh pengembangnya secara aktif untuk memperbaiki bug-bug yang ada diaplikasi ini. Banyak fitur yang ditawarkan dalam framework ini termasuk dukungan HTML5, Ajax-powered navigasi link, dan sentuhan atau navigasi gesekan. File jQuery Mobile bisa didapatkan pada web.

Modul Praktikum Pemrograman Web

https://umsida.ac.id/

https://fst.umsida.ac.id/

Minggu, 21 Juni 2020

RANGKUMAN SISTEM OPERASI

POKOK BAHASAN 1
Pengenalan Sistem Komputer dan Sistem Operasi Linux

A. SISTEM KOMPUTER
Komputer merupakan alat elektronik yang pada awalnya dirancang untuk aktivitas komputasi. Namun pada saat ini penggunaan komputer telah berkembang mengikuti perkembangan zaman di tambah juga mencakup pada manipulasi, simulasi, animasi, dan komunikasi-informasi.
Sebagaimana layaknya sebuah perangkat elektronik, komputer merupakan sistem Input Proccess and Output, sehingga memerlukan masukan untuk diolah yaitu berupa data dan akan menghasilkan suatu keluaran yaitu informasi.
Secara teknis, kriteria yang dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan, antara lain:
✓ arsitektur
✓ kecepatan pemrosesan
✓ besarnya memori
✓ kemampuan penyimpanan
✓ jumlah pengguna
✓ biaya dan ukuran

B. SISTEM OPERASI 
Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi  program user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user. Selain itu dengan adanya sistem operasi membuat sistem komputer nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisien.

FORMAT INSTRUKSI LINUX 
Instruksi Linux standar mempunyai format sebagai berikut : 
$ NamaInstruksi [pilihan] [argumen] 
Pilihan adalah option yang dimulai dengan tanda – (minus). Argumen dapat kosong, 
satu atau beberapa argument (parameter). 
Contoh :



POKOK BAHASAN 2
Struktur Sistem Operasi Linux

Struktur Linux
Linux tidak jauh beda dengan Unix yang merupakan suatu sistem operasi yang 
terstruktur, menyangkut sistem pada perangkat lunaknya maupun pada perangkat 
keras seperti (terminal, Unit system, consol serta jalur komunikasi)
Adapun struktur Linux yang menyangkut perangkat lunak antara lain :
- Shell
- Utilitas
- Kernel
- Aplikasi

Struktur Shell merupakan interpreter pada system linux. Shell berfungsi sebagai
interface (antar muka) antara user dengan sistem linux. Adapun macam-macam
shell yang terdapat pada sistem linux antara lain :
* korn shell( /bin/ksh)
*Bourne Again Shell ( /bin/bash )
* C Shell ( /bin/csh )

Struktur Utilitas adalah salah satu program yang sengaja disediakan linux untuk
melakukan tugas-tugas tertentu.

Struktur Kernel merupakan bagian paling penting dari suatu sistem linux, memiliki fungsi untuk menampilkan berbagai bentuk fungsi bertingkat rendah dan pengendali  
langsung perangkat keras.

Struktur Aplikasi adalah salah satu program yang dibuat oleh pemakai untuk 
memenuhi kebutuhan sendiri.

Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktori dan sub dirrektori. Sistem file pada Linux diatur secara hirarkhikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/”
Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, Direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).



POKOK BAHASAN 3
Manajemen I/O & Manajemen Memori

A. Manajemen I/O
INPUT => PROSES => OUTPUT
Instruksi (command) yang diberikan pada Linux melalui Shell disebut sebagai eksekusi program yang sela njutnya disebut proses. Setiap kali  instruksi diberikan, maka Linux kernel akan menciptakan sebuah proses  
dengan memberikan nomor PID (Process Identity). Proses dalam Linux selalu
membutuhkan Input dan menghasilkan suatu Output. Dalam konteks Linux input/o utput adalah : 
• Keyboard (input)
• Layar (output)
• Files
• Struktur data kernel
• Peralatan I/O lainnya (misalnya Network)

B. Manajemen Memori
Linux mengimplementasikan sistem virtual memory demand-paged. Proses mempunyai besar memory virtual yang besar (4 gigabyte). Pada virtual memory dilakukan transfer page antara disk dan memory fisik. Jika tidak terdapat cukup memory fisik, kernel melakukan swapping beberapa page lama ke disk. Disk drive adalah perangkat mekanik yang membaca dan menulis ke disk yang lebih lambat dibandingkan mengakses memory fisik. Jika memory total page lebih dari memory fisik yang tersedia, kernel lebih banyak melakukan swapping dibandingkan eksekusi kode program, sehingga terjadi thrashing dan mengurangi utilitas.Jika memory fisik ekstra tidak digunakan, kernel meletakkan kode program sebagai disk buffer cache. Disk buffer menyimpan data disk yang diakses di memory, jika data yang sama 
dibutuhkan lagi dapat dengan cepat diambil dari cache.



POKOK BAHASAN IV
Proses Thread Dan Thread

KONSEP PROSES DI LINUX
Setiap kali intruksi diberikan pada linux sell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses id. Proses ini disebut juga dengan terminology Unix: sebagai sebuah Job. Proses id (PID) di mulai dari 0, yaitu proses “INK”, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/inittab).

Beberapa tipe proses:
· Foreground
Proses yang didapatkan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif dialog).
· Batch
Proses yng dikumpulkan dan dijalankan secara sekuensial (satu persatu)
Prose Batch tidak diasosiasikan (berinteraksi) dengan terminal.
· Daemon
Proses yang menunggu permintaan (request) dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaaan tersebut. Bila tidak ada request, maka program ini akan berada dalam kondisu “idle” dan tidak menggunakan waktu hitung CPU. Umumnya nama proses daemon di UNIX berakhiran d, misalnya inetd, named, popd dll.



POKOK BAHASAN V
Manajemen File Dan Disk

A. Manajemen File
File merupakan kumpulan data atau informasi yang saling berhubungan. Sistem operasi Linux mempunyai manajemen file berbentuk seperti piramida. Membentuk tingkatan struktur file seperti pohon silsilah keluarga. Struktur ini memudahkan pengguna linux untuk mengelola berbagai file.
Sistem file pada linux dimulai dari root yang ditandai dengan symbol “ / ”. Kemudian direktori dan subdirektori. Kita dapat membuat file mulai dari root kebawah. Pada umumnya terdapat dua macam file yang berbeda. Pertama merupakan jenis file biasa yang berguna untuk menyimpan data. Sebagian besar file merupakan jenis file biasa yang berguna untuk menyimpan berbagai jenis data. Sedangkan jenis file yang kedua ialah file direktori yang berguna untuk menyimpan dan menghimpun berbagai file-file. 

B. Manajemen Disk
Manajemen disk merupakan adalah sarana penyimpanan yang berfungsi untuk menyimpan data, file dan informasi secara permanen dalam suatu system computer. Media disk berada satu tingkat dibawah memori utama dalam hirarki memori. Media disk berbeda sekali dengan memori utama computer karena tidak mempunyai hubungan langsung dengan prosesor computer. Linux mensupport berbagai file system diantaranya adalah:
1. Ext2
2. Ext3
3. Ext4



POKOK BAHASAN VI
Sistem Operasi Tersebar

DEFINISI SISTEM OPERASI TERSEBAR
Sistem operasi tersebar adalah sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berinteraksi dan melakukan komunikasi/koordinasi hanya dengan pengiriman pesan. Sistem operasi terdistribusi adalah salah satu implementasi sistem operasi tersebar, dimana sekumpulan komputer dan prosesor yang terhubung dalam satu jaringan. Koleksi-koleksi dari objek-objek ini secara tertutup bekerja secara bersama-sama untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hasil secara lebih, terutama dalam:

$ File system
$ Name space
$ Waktu pengolahan
$ Keamanan Akses ke seluruh resources,



Visit here :
- umsida.ac.id  
- fst.umsida.ac.id


Kamis, 18 Juni 2020

RANGKUMAN JARINGAN KOMPUTER

Rangkuman Jaringan Komputer
Hotspot Dan DHCP


Muhammad Dandy Rifansyah
181080200146
Kelompok 6

HOTSPOT
Hotspot adalah cara untuk mengotorisasi pengguna untuk mengakses beberapa sumber daya jaringan, tetapi tidak menyediakan enkripsi lalu lintas. Untuk login pengguna dapat menggunakan hamper semua browser web (HTTP atau protocol HTTPS), sehingga mereka tidak diharuskan untuk menginstal software tambahan. Gateway akuntansi uptime dan jumlah lalu lintas setiap klien telah menggunakan dan juga dapat mengirimkan informasi ini ke server RADIUS. Sistem Hotspot mungkin membatasi bitrate setiap pengguan tertentu, jumlah lalu lintas, uptime dan beberapa parameter lain yang disebutkan lebih lanjut dalam dokumen ini.
System Hotspot ditargetkan untuk menyediakan otentikasi dalam jaringan local (untuk pengguna jaringan local untuk mengakses Internet), tetapi mungkin juga akan digunakan untuk mengotorisasi akses dari jaringan luar untuk mengakses sumber daya local (seperti gateway otentikasi untuk dunia luar untuk mengakses jaringan Anda). Hal ini dimungkinkan untuk memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa halaman web tanpa otentikasi menggunakan fitur Walled Garden.




DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)diperlukan untuk distribusi mudah alamat IP dalam jaringan. The Mikrotik RouterOS implementasi termasuk server dan client bagian dan kompatibel dengan RFC 2131.

QUEUE
Antrian digunakan untuk membatasi dan memprioritaskan lalu lintas :
a.       Data rate limit untuk alamat IP tertentu, subnet, protocol, port dan parameter lainnya
b.      Membatasi lalu lntas peer-to-peer
c.       Memprioritaskan beberapa paket aliran atas orang lain
d.      Mengkonfigurasi semburan lalu lintas untk browsing web lebih cepat
e.       Menerapkan batasan yang berbeda berdasarkan waktu
f.       Saham yang tersedia lalu lintas antara penguna yang sama, atau tergantung pada beban saluran

Implementasi antrian di Mikrotik RouterOS didasarkan pada Hierarchical Token Bucket (HTB). HTB memungkinkan untuk membuat struktur hirarkis antrian dan menentukan hubungan antara antrian.

Di RouterOS, struktur hirarkis dapat dipasang pada 4 empat yang berbeda :
a.       Global in : mewakili semua interface masukan secara umum (antrian Ingress). Antrian melekat keglobal –in berlaku untuk lalu lintas yang diteriam oleh router sebelum paket filtering
b.      Global out : mewakili semua output interface pada umumnya (antrian egres).
c.       Global total : mewakili semua input dan output interface bersama-sama (dengan kata lain itu adalah agregasi global –in dan global –out). Digunakan dalam kasus ketika pelanggan memiliki batas tunggal untk kedua, upload dan download.
d.      Interface name : merupakan satu antarmuka keluar tertent. Hanya lalu lintas yang ditunjuk untuk pergi keluar melalui interface ini akan melewati antrian HTB ini.
Ada dua cara yang berbeda cara mengkonfigurasi antrian di RouterOS :
1.      Queue menu sederhana – dirancang untuk memudahkan konfigurasi sederhana, tugas sehari-hari antrian (sepert klien tunggal upload / download pembatasan, pembatasan lalu lintas P2P, dll)
2.      Antrian pohon menu – untuk melaksanakan tugas antrian canggi (seperti kebijakan prioritas global, kelompok pengguna keterbatasan). Membutuhkan arus paket ditandai dari / ip firewall mangle fasilitas.

Cara Konfigurasi Hotspot
1.  Konfigurasi dasar Hotspot mikrotik sebagai Gateway Server. Masuk ke IP > Hotspot. Klik Hotspot Setup untuk setting hotspot.

2.      Masukkan interface yang akan di jadikan Hotspot.

3.  Secara otomatis IP interface yang kita pilih untuk dijadikan hotspot akan diberi IP 192.168.2.1/24.

Selanjutnya keluar tampilan ip pool atau jumlah IP yang bisa digunkan oleh hotspot client.
 Untuk sertifikat pilih none
Untuk SMPT biarkan saja, selanjutnya klik NEXT
Kemudian DNS servernya anda isikan sesuaikan dengan DNS Provider anda
Untuk DNS name boleh diisi nama dan nim misal brian160.com

Kemudian isikan user dan password, (password boleh dikosongi)

Konfigurasi hotspot telah selesai

Tes Hotspot dengan mengunjungi alamat web dengan browser

Konfigurasi DHCP
1.      Masuk ke IP > DHCP Server
2.      Klik DHCP Setup
3.      Pilih interface yang akan diberi IP DHCP
4.      Selanjutnya ikuti perintah sampai setting DHCP Complete